Sajaroh Cinta
Apa Sih Sajaroh Cinta?
Program SAJAROH CINTA merupakan inovasi yang sangat menarik karena berhasil mengawinkan aspek spiritualitas pernikahan dengan kesadaran ekologis. Program ini dipelopori oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto dan telah menjadi percontohan bagi penguatan ekoteologi di tingkat akar rumput.
Berikut adalah data tambahan yang lebih komprehensif untuk melengkapi keterangan yang Anda miliki:
1. Dasar Filosofi dan Makna Nama
Selain singkatan yang Anda sebutkan, nama “Sajaroh” diambil dari bahasa Arab Sajaratun yang berarti “Pohon”.
-
Filosofi: Pernikahan diibaratkan seperti menanam pohon; membutuhkan akar yang kuat (iman/komitmen), batang yang kokoh (kesetiaan), dan diharapkan berbuah manis (kebahagiaan/keturunan).
-
Ekoteologi: Menggeser paradigma bahwa ibadah tidak hanya hubungan dengan Tuhan (Hablum Minallah) dan manusia (Hablum Minannas), tetapi juga dengan alam (Hablum Minal ‘Alam).
2. Teknis Pelaksanaan di Lapangan
Berdasarkan implementasi di KUA (seperti KUA Gondang dan KUA lainnya di Mojokerto), berikut detail prosedurnya:
-
Waktu Penyerahan: Bibit pohon biasanya diserahkan atau ditanam pada saat proses Pemeriksaan Nikah (NC) atau saat mengikuti Bimbingan Perkawinan (Binwin).
-
Jenis Tanaman: Tidak hanya kelengkeng, namun diprioritaskan pohon produktif (buah-buahan) atau pohon pelindung yang memiliki manfaat jangka panjang bagi ekosistem lokal.
-
Lokasi Penanaman:
-
Halaman rumah calon pengantin (sebagai simbol kenangan pernikahan).
-
Lahan kritis atau fasilitas umum di desa setempat.
-
Area sekitar kantor KUA jika lahan tersedia.
-
3. Sinergi Strategis
Program ini tidak berdiri sendiri, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor:
-
Penyuluh Agama Islam: Bertugas memberikan edukasi mengenai dalil-dalil agama tentang kewajiban menjaga alam.
-
Pemerintah Daerah/Desa: Berperan dalam penyediaan lahan atau koordinasi bibit.
-
Dinas Lingkungan Hidup (DLH): Seringkali terlibat dalam pengadaan bibit pohon berkualitas.
4. Target dan Dampak Terukur
| Aspek | Dampak yang Diharapkan |
| Lingkungan | Peningkatan tutupan hijau dan mitigasi perubahan iklim di wilayah Mojokerto. |
| Sosial | Membangun budaya menanam di kalangan generasi muda (milenial/Gen Z). |
| Ketahanan Pangan | Karena yang ditanam pohon buah, hasilnya dapat meningkatkan gizi keluarga di masa depan. |
| Dokumentasi | Penanaman pohon menjadi “monumen hidup” yang mencatat tanggal pernikahan pasangan tersebut. |
5. Korelasi dengan Kebijakan Nasional
Program SAJAROH CINTA merupakan bentuk konkret dari implementasi Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 2 Tahun 2024 tentang Ketahanan Keluarga melalui Penguatan Literasi Ekologi. Mojokerto menjadi salah satu daerah yang paling progresif dalam menjalankan instruksi ini melalui branding lokal yang kuat.
Catatan Penting: Program ini juga sering dikaitkan dengan upaya penurunan angka stunting. Dengan menanam pohon buah, diharapkan keluarga baru tersebut memiliki akses nutrisi mandiri di masa depan untuk anak-anak mereka.
Shela & Bambang
Akad 16 Desember 2025